Sejarah dan Hukum Aqiqah Menurut aqiqahalkautsar.com

Aqiqahalkautsar.com – Bagi orang tua, khususnya yang baru saja melahirkan sang anak pujaan hati maka wajib sekali melakukan Aqiah dengan bertujuan untuk melakakan rasa puji syukur atas kesehatan sang anak ketika sudah lahir. Aqiqah itu sendiri adalah sebuah kegiatan menyembeli hewan peliharaan yang di khususkan yaitu kambing dan domba. Acara Aqiqah umumnya dilakukan ketika si san bayi sudah berumur 7 hari dan pada hari itu juga umumnya memberikan nama kepada sang anak dan mencukur rambut.

Dalam melakukan aqiqah tidak sembarangan menyembelih hewan kambing atau dombanya, melainkan ada syarat ketentuan khusus yang sudah di anjurkan oleh agama islam.

Acara ibadah ini bukan di era kita saja, namun di jaman nabis juga sudah menerapkan bentuk rasa syukur ini dari jaman Nabi Adam AS. Ibadah wajib (fardu) tidak cuman Aqiqah saja dari jaman Nabi sampai sekarang, yaitu ada puasa, haji, sholat, wudhu, qurban dan terakhir Aqiqah yang sedang kita bahas pada kesempatan kali ini.

Aqiqah memang sebuah tradisi keagamaan yang sudah berlangsung sejak jaman dahulu dan dipraktikan oleh Rasullah SAW. Dalam ajaran islam sendiri Aqiqah mempunyai arti penyembelihan hewan yang di persembahkan untuk sang anak baru lahir dengan bertujuan menunjukan rasa syukur kepada sang pencipta Allah SWT atas segala anugerahnya yang kita dapatkan tanpa henti.

Tradisi keagamaan ini pada umumnya dan dianjurkan pada hari ke tujuh dan berlaku kelipatannya seperti hari ke 14 dan 21, ataupun bisa saja dilakukan dikemudian hari jika sudah mendapatkan rejeki (jika memang belum bisa melakukan Aqiqah pada hari tersebut). Dianjurkan daging yang disembelih di bagikan kepada fakir miskin yang membutuhkannya, seperti halnya dengan daging Qurban.

Dikutip dari buku yang menceritakan tentang jaman jahiliyah, bahwa tradisi Aqiqah ini sudah berlangsung pada jaman Jahiliyah. Namun ada sedikit perbedaan tata caranya yaitu menyembelih hewan kambing terutama untuk anak laki lakai atau cowok dengan menyembelihkan kambing kemudian darahnya diambil dan di usapkan ke kepala sang anak bayi dan dagingnya dibagikan ke tetangga sekitar.
Di era sekarang para ulama sering kali berbeda pendapat untuk menetaokan hukum dari Aqiqah. Perbedaan ini muncul yaitu dengan disebabkan adanya perbedaan pemahaman terhadap hadist yang menceritakan masalah Aqiqah ini. Hukum dari Aqiqah ada sebagian ulama yang menyebutkan wajib, dan ada juga yang memberi pernyataan hukum sunah muakkadah.

Nah setalah Anda sudah memahami hukum dan sejarah Aqiqah, kini saatnya menentukan jasa yang menyediakan paket Aqiqah. Kenapa harus membeli paket Aqiqah? Kalau Anda orang sibuk, maka akan lebih praktis menggunakan jasa paket Akikah. Untuk rekomendasi paket Aqiqah yang cocok adalah aqiqahalkautsar.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *